Menjelajah Nuansa Alam Pulau Malenge Sulawesi Tengah

Menjelajah Nuansa Alam Pulau Malenge Sulawesi Tengah

Pulau Malenge memiliki gugusan pantai yang eksotis dengan pemandangan alam mempesona serta memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati yang sangat mengagumkan. Pulau Malenge menjadi salah satu pulau favorit di antara puluhan pulau yang tercakup dalam kompleks wisata bahari andalan Sulawesi Tengah di Togean.

Pulau Malenge sebenarnya meliputi dua bagian pulau, yaitu Pulau Papan yang dihuni suku Bajoe dan Pulau Kadoda. Kedua pulau tersebut dihubungkan jembatan kayu panjang yang memukau sejauh 1.800 m. Jembatan ini dipergunakan untuk menyebrang oleh masyarakat sekitar dalam aktifitas sehari-hari.

Untuk menuju Pulau Malenge, anda bisa menggunakan alat transportasi kapal atau speedboat dengan memakan waktu sekitar 2-4 jam. Tak jauh dari Pulau Malenge, terdapat sebuah destinasi wisata bernama Pulau Angkaio. Dalam bahasa daerah setempat, nama pulau tersebut berarti “Pulau Kepiting Kenari”. Nama ini rupanya disesuaikan dengan daya tarik utama pulau ini, yaitu mengamati kehidupan kepiting kenari yang merupakan salah satu hewan endemik di Sulawesi Tengah.

Banyak para traveler mengunjungi pulau ini karena keasrian lautnya yang sudah sangat populer dan memiliki Terumbu karang dan biota laut yang masih terjaga dengan baik. Menyelam, snorkeling, berenang adalah beberapa kegiatan andalan saat mengunjungi kawasan ini.

Selain memiliki pantai yang cantik alami, Pulau Malenge juga menawarkan petualangan (trekking) menjelajah hutan tropis nan rimbun. Sangat cocok bagi Anda yang berjiwa petualang dan pecinta kehidupan alami hutan tropis. Hidup beragam jenis flora dan fauna, beberapa di antaranya adalah endemik pulau ini. Satu jenis satwa endemik yang paling populer dan dikabarkan nyaris (bahkan sudah) punah adalah Monyet Togean (Macaca togeannus).

Tidak hanya itu, di hutan tersebut, hidup pula primata paling kecil di dunia: tangkasi (tarsius). Tangkasi diketahui sebagai hewan endemik yang hanya dapat hidup di beberapa tempat di dunia. Dan oleh karenanya, mengamati hewan ini bergelantungan di pohon-pohon dapat menjadi sebuah kegiatan yang utama sambil menjelajahi (trekking) hutan Pulau Malenge. Pengamatan satwa lainnya, seperti babi rusa, burung rangkong, dan hewan lainnya dapat pula menambah daftar pengalaman Anda.

 Share & Komentar

 Lihat Juga
Data Real Time Virus Corona (COVID-19) di Indonesia dan Global
 Artikel lainnya