Hukum Wanita Hamil dan Menyusui Pada Bulan Ramadhan

Hukum Wanita Hamil dan Menyusui Pada Bulan Ramadhan

Puasa pada bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan. Khususnya bagi wanita hamil dan menyusui akan mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Namun Jika ingin tetap berpuasa, ibu hamil tentunya juga perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman (seperti tidak meninggalkan sahur), tidak boleh mengalami penurunan berat badan dan jangan lupa tetap memperhatikan gizi yang seimbang.

Hukum dalam Islam untuk Wanita Hamil dan Menyusui Saat Bulan Ramadhan

  1. Adapun wanita hamil dan wanita menyusui, apabila mengkhawatirkan bagi dirinya dan anaknya, maka ia boleh tidak berpuasa sebab hukumnya sama dengan orang sakit.
  2. Wanita hamil dan wanita menyusui hanya wajib membayar fidyah saja sebagaimana orang yang tidak mampu berpuasa.
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
ayyāmam ma'dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar, wa 'alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa'āmu miskīn, fa man taṭawwa'a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah 2:184)

Sumber: Suara Muhammadiyah No. 17 tahun ke-87/2002

 Share & Komentar

 Artikel lainnya