Teknik Budidaya Tanaman Nangka

Teknik Budidaya Tanaman Nangka

Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka.

Nangka tumbuh dengan baik di iklim tropis sampai dengan lintang 25˚ utara maupun selatan, walaupun diketahui pula masih dapat berbuah hingga lintang 30˚. Tanaman ini menyukai wilayah dengan curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun di mana musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka kurang toleran terhadap udara dingin, kekeringan dan penggenangan. Pohon nangka yang berasal dari biji, mulai berbunga pada umur 2-8 tahun. Sedangkan yang berasal dari klon mulai berbunga di umur 2-4 tahun. Di tempat yang cocok, nangka dapat berbuah sepanjang tahun.

1. Persyaratan Bibit

Umumnya perbanyakan tanaman nangka dilakukan dengan menggunakan bijinya, karena perbanyakkan dengan cangkok atau okulasi hanya sedikit persentase jadinya. Hal ni mungkin disebabkan kandungan lateksnya bisa menghambat proses persatuan. Seleksi dilakukan sejak masa pembibitan apabila ingin mendapatkan nangka bersifat unggul (cepat berbuah, mampu berproduksi banyak dengan buah berkualitas & tahan terhadap hama & penyakit).

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam memilih bibit baik adalah:

  1. Bibit harus berasal dari jenis atau varietas unggul (produksi tinggi, buah berkualitas baik, berumur panjang & tahan terhadap hama & penyakit).
  2. Bibit harus sehat bisa dilihat dari sosoknya kokoh, batangnya kuat, lurus & tumbuh tegak, percabangan banyak serta daun bagian atas berwarna hijau segar & mengkilap.

2. Persiapan Tanam dan Penanaman Nangka

Untuk penanaman di lapangan perlu disiapkan lubang tanam. Lubang tanam digali dengan ukuran 0,5 x 0,5 m atau 1 x 1 m, dan kedalamannya 0,5 meter. Cara pembuatan lubang tanam tidak berbeda dengan tanaman buah lainnya. penanaman lebih dari satu pohon jarak tanamnya 12 x 12 m.

Setelah digali, lubang dibiarkan terbuka selama 1-2 minggu, kemudian tanah galian dikembalikan ke dalam lubang, tapi sebelumnya dicampur dulu dengan pupuk kandang/kompos yang sudah matang sebanyak 2 kaleng minyak (20 liter) per lubang tanam. Bila tanah dan pupuk kandang sudah dikembalikan ke lubang, bibit tidak langsung ditanam. Tetapi dibiarkan 2 atau 3 minggu lagi, baru setelah itu boleh ditanami.

Kira-kira 1 minggu sebelum tanam bisa juga ditambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100 gram setiap lubang. Juga dapat diberi pestisida, seperti Curater atau Furadan, sesuai dosis pada kemasannya, agar aman dari gangguan nematoda. Pupuk NPK dan pestisida dicampur rata dengan tanah pada lubang tanam.

Bila persiapan tanam sudah selesai, bibit nangka dapat ditanam. Terlebih dahulu tanah bekas galian itu digali seukuran wadah tempat bibit. Bibit dikeluarkan dari polybag dan dimasukkan ke dalam lubang. Perakaran bibit diatur supaya tidak menggerombol pada satu sisi, tetapi menyebar ke segala arah. Posisi bibit diarahkan tegak lurus, agar tanaman dapat tumbuh baik. Setelah bibit dimasukkan, tanah di sekitar bibit dipadatkan sehingga bibit berdiri kokoh.

3. Pengairan & Penyiraman

Tanaman nangka membutuhkan drainase yg baik. Pengairan ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitasnya. Tanaman nangka memiliki perakaran dalam, tidak membutuhkan penggenangan pada saat musim kemarau karena tanaman nangka kurang toleran terhadap genangan. Akarnya masih mampu meyerap air pada tanah yg dalam. Pemberian air tambahan diperlukan selama dua tahun pertama pertumbuhannya.

4. Cara Panen

Cara pemetikan buah nangka matang ialah gagangnya dipotong dengan pisau tajam & buah nangka itu diturunkan dengan hati-hati. Pohon nangkayg berbuah besar berbuah pada umur 5-10 tahun sedangkan nangka mini pada umur 1,5-2 tahun. Pada umumnya buah masak setelah 8 bulan sejak bunganya muncul.

 Share & Komentar

 Artikel lainnya