Purwaceng, Minuman Herbal Khas Pegunungan Tinggi Dieng

Purwaceng, Minuman Herbal Khas Pegunungan Tinggi Dieng

Purwaceng adalah tanaman langka yang hampir punah dan hanya tumbuh di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Sejak jaman leluhur hingga jaman sekarang khususnya para Raja jawa kuno, purwaceng juga dijadikan obat kuat oleh para raja atau kalangan istana di daerah Jawa. Purwaceng terkenal karena khasiatnya yang dapat meningkatkan stamina bagi si peminum, biasanya diolah dalam bentuk bubuk purwaceng, kopi purwaceng dan susu purwaceng.

Rasanya yang begitu khas hampir mirip seperti jahe, dan sensasi hangat yang didapat ketika menikmatinya yang menurut warga setempat sensasi ini didapat dari akar dan biji tanaman tersebut. Purwaceng sangat cocok disajikan saat masih hangat dengan kondisi cuaca yang dingin seperti di Dataran Tinggi Dieng.

Umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah.

Bahan aktif purwaceng paling banyak terdapat pada bagian akarnya yang menyerupai wortel dan berwarna putih, panjangnya sekitar 10 cm. Akar purwaceng mengandung turunan senyawa kumarin yang sering digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker.

Jenis tanaman Purwaceng ini rimbun seperti semak kecil yang merambat di atas permukaan tanah seperti tumbuhan pegagan dan semanggi gunung. Daunnya kecil-kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1-3 cm.

 Share & Komentar

 Artikel lainnya