Wisata Tangkuban Perahu dan Legenda Sangkuriang

Wisata Tangkuban Perahu dan Legenda Sangkuriang

Tempat indah ini terletak di Lembang, kurang lebih 30 menit dari Bandung menggunakan kendaraan bermotor. Tangkuban Perahu sebenarnya adalah gunung berapi yang memiliki ketinggian 2.084 meter, disekelilingnya ditumbuhi dengan pohon pinus rimbun dan hamparan kebun teh; Dinamakan tangkuban perahu (bahasa Sunda) karena bentuknya yang menyerupai kapal yang terbalik. Ada legenda menarik yang terkait dengan wilayah mempesona ini.

Legenda Sangkuriang berasal dari cerita zaman dahulu kala, tersebutlah sepasang suami istri yang saling mencintai. Mereka memiliki seorang putra yang dinamai Sangkuriang. Karena berbagai alasan, sang suami tidak dapat memperlihatkan wujud aslinya, jadi sang suami beralihrupa menjadi seekor anjing. Sangkuriang sangat mencintai anjing itu, yang diberi nama Tumang.

Suatu hari, Dayang Sumbi, ibu Sangkuriang, ingin memakan hati rusa. Ia meminta anaknya untuk berburu rusa. Sangkuriang berusaha keras namun rusa tak jua ia dapatkan. Takut mengecewakan hati ibunda, Sangkuriang membunuh Tumang, mengambil hatinya, kemudian mempersembahkan benda itu kepada Dayang Sumbi. Akhirnya Dayang Sumbi sadar bahwa yang dibunuh Sangkuriang adalah si Tumang, dan bukannya rusa. Murka, Dayang Sumbi memukul Sangkuriang hingga jatuh. Kening Sangkuriang terluka, darahnya bercucuran. Dayang Sumbi gelap mata, ia mengusir darah dagingnya untuk selama-lamanya.

Tahun berlalu dan Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Kemudian ia bertemu dengan Dayang Sumbi yang masih tetap tampak jelita dan belia. Mereka jatuh cinta. Sampai akhirnya Dayang Sumbi menemukan bekas luka di kening Sangkuriang. Yakin Sangkuriang adalah anaknya, Dayang Sumbi menolak lamaran pemuda rupawan itu. Karena Sangkuriang terus berkeras untuk menikahinya, Dayang Sumbi menetapkan sebuah syarat: Ia akan menikahi Sangkuriang apabila pemuda itu dapat menyelesaikan sebuah perahu raksasa dalam satu malam.

Di luar perkiraan Dayang Sumbi, Sangkuriang mampu melakukannya. Perahu itu hampir selesai saat Dayang Sumbi membangunkan para ayam jantan untuk berkokok sebelum waktunya. Kesal karena merasa dirinya gagal, Sangkuriang menendang perahu yang sedang dibuatnya. Perahu itu kemudian terbalik dan berubah menjadi gunung.

Untuk mencapainya, selain kendaraan pribadi, banyak juga tersedia angkot ataupun taksi, yang bisa didapatkan dari Bandung ataupun kota Lembang.

 Share & Komentar

 Artikel lainnya