Cara Membuat Teh yang Nikmat & Berkhasiat

Cara Membuat Teh yang Nikmat & Berkhasiat

Bagi masyarakat Tionghoa, minum teh sudah menjadi bagian dari budaya. Disebutkan, kebiasaan minum teh berlangsung sejak 2700 SM zaman pemerintahan Raja Shen Nong. Menurut cerita, saat itu sang raja sedang duduk di kebun sembari merebus air di kuali. Tiba-tiba angin bertiup keras dan menggugurkan beberapa helai daun teh yang kemudian jatuh ke kuali rebusan raja. Saat raja meminum air tersebut beliau terkejut karena rasanya yang lebih lezat daripada air putih biasa dan badan pun berasa segar.

Seni dan Filsafat

Dalam kebudayaan China, proses penyeduhan teh juga tidak sembarangan dilakukan ada teknik untuk menghasilkan teh yang tak hanya nikmat tetapi juga berkhasiat. Suhu air dan lama penyeduhan tiap teh berbeda-beda. Untuk Green Tea (Teh Hijau) 70 hingga 80 derajat Celcius, Black Tea (Teh Merah) 90 hingga 100 derajat Celcius, Oolong Tea (Teh Merah) 90 hingga 100 derajat Celcius, Compressed Tea (Teh Press) 75 hingga 100 derajat Celcius, Scented Tea (Teh Bunga) 80 hingga 90 derajat Celcius, White Tea (Teh Putih) lebih kurang 85 derajat Celcius dan Health Teh (Teh Kesehatan) 90 hingga 100 derajat Celcius. Waktu penyeduhannya juga tak perlu lama-lama hanya beberapa detik saja.

Jika kopi punya kafein, maka di teh terdapat tanin. Tanin yang keluar disebabkan karena salah menyeduh, air terlalu panas ataupun waktu seduh yang terlalu lama. Penggunaan bubuk teh hendaknya jangan dipakai hingga bermalam, sehatnya 24 jam dan bila sudah berganti hari teh tidak dapat dipakai lagi karena manfaatnya sudah tidak ada lagi. Minum teh tidak disarankan dengan menggunakan gula karena dapat mengurangi khasiat dari teh tersebut. Cangkir yang digunakan untuk minum teh sebaiknya menggunakan porselen ataupun tanah liat, sedangkan wadah stainless disarankan untuk dihindari.

Minum teh yang nikmat tak hanya sekadar meminumnya begitu saja, melainkan ada ritual khusus yang mengandung seni dan filsafat. Dimulai dari membilas cangkir, memasukkan daun teh, menyeduh teh, menyingkirkan gelembung, menuangkan teh, meneteskan teh, menikmati teh dengan mencium aroma dan meminum teh. Teknik meminum teh tak langsung meneguk tetapi ayunkan cangkir dekat hidung dengan gerakan mengikuti bandul jam lalu teguk, niscaya rasanya akan berbeda dan lebih nikmat tentunya.

Menikmati Seduhan Sendiri

Budaya minum teh memang kaya manfaat. Ini disadari oleh sekumpulan orang yang mendirikan sebuah klub penggemar minum teh yakni Medan Tea Club yang berada di Ho Teh Tiam di Jalan Monginsidi Medan. Endar Hadi Purwanto selaku pemilik dari Ho Teh Tiam dan juga pengurus Medan Tea Club mengatakan, betapa banyak manfaat yang didapatnya selama mengonsumsi teh secara rutin selama lebih kurang 12 tahun. Terutama fisik, meski tanpa diet diakuinya setiap kali check up kondisi badan tetap fit tanpa ada penyakit sama sekali. Pun ia lebih sering minum teh ketimbang air putih. Lalu, teh seperti apa yang diminum ?

"Semua teh sama saja yang paling penting adalah cara seduhnya," papar Endar. Tidak masalah apakah itu teh dari China, Eropa ataupun teh yang biasa dijual di pasaran asalkan cara seduhnya baik khasiatnya akan sama. "Paling yang membedakan hanya taste dan kualitasnya saja," tambahnya kemudian.

Kebanyakan orang menyeduh teh hingga berlama-lama dengan pelbagai alasan supaya warnanya kecokelatan dan aromanya harum. Padahal sejatinya teh tidak dinilai dari warna maupun aromanya tetapi kepada khasiatnya. Dan memang sebaiknya teh diminum tanpa gula.

Oleh karenanya Endar memberi tips meminum teh biasa. Jangan seduh teh sampai memakan menit ataupun jam tetapi cukup dengan hitungan detik saja guna menghindari tanin. Soalnya, teh diminum bukan untuk menghilangkan dahaga tetapi lebih kepada manfaatnya. Karenanya lebih baik seduh teh di cangkir kecil saja dan bila ingin minum lagi proses penyeduhan bisa diulang. Ini lebih baik ketimbang menyeduh di cangkir besar yang memakan waktu lama.

 Share & Komentar

 Artikel lainnya