Seberapa Pentingkah Curhat ?

Seberapa Pentingkah Curhat ?

Ada kalanya hati yang selalu gembira tak selamanya bisa bergembira, terkadang sedih,marah,gundah,sepi dan yang lagi trend saat ini adalah galau. Maka,seseorang membutuhkan sebuah tempat untuk meredamnya. Jika tidak akan bisa berakibat fatal.

Menurut teori psikoanalisa, meredam sebuah sikap (tingkah laku), ada beberapa macam cara bisa ditempuh, diantaranya regresi (dengan menangis), represi (dipendam), displacement (dialihkan), penyangkalan (pura-pura bahagia), rasionalisasi dan lain-lain.

Namun dalam kenyataannya, baik laki-laki maupun perempuan memiliki reaksi yang berbeda dalam menghadapinya. Reaksi/respon yang ditimbulkan antara lain laki-laki misalnya, jika sedang kecewa dan patah hati lebih di rasionalisasikan, sedangkan perempuan biasanya merespon dengan sikap regresi.

Sebuah kata yang sering kita dengar, entah dari sahabat maupun dari media massa lain. Curhat yang merupakan singkatan dari “Curahan Hati” adalah berupa kegiatan bercerita tentang masalah yang sedang dihadapi atau pun tentang kisah yang pernah dihadapi kepada orang yang bisa dipercayai. Bila dirunut kepada masyarakat luas, kegiatan curhat ini identik dengan kaum perempuan. Padahal hampir dipastikan semua manusia juga pernah melakukannya. Entah sadar atau tidak, setiap orang pastilah ingin menceritakan keadaannya kepada orang disekitarnya. Jadi curhat bukan hanya identik dilakukan oleh kaum hawa, karena kaum adam pun juga melakukannya walau mungkin tidak sering.

Lalu Apa Gunanya Curhat? Seberapa Pentingkah?

Curhat itu banyak sekali manfaatnya. Selain merasa bahwa dengan bercerita dapat mengurangi atau setidaknya membuat hati dan pikiran lebih plong, sharing juga dapat membuka wawasan kita sendiri. Karena memang, seseorang yang sedang menghadapi masalah cara pandangnya cenderung sempit. Berbeda dengan yang sedang “tidak” ada masalah, ia mempunyai cara pandang yang berbeda (walau tidak semua orang begitu).

Kalau boleh diibaratkan, orang yang dirundung masalah seperti orang yang memakai kacamata kuda, hanya lurus kedepan memandang masalahnya tanpa mau memperhatikan keadaan disekitarnya. Padahal kalau saja ia mau melepas kacamata kudanya dan memandang luar area disekelilingnya, niscaya iapun akan menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

Inilah gunanya curhat, yaitu melepaskan kacamata kuda. Memandang luas dunia. Melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Dan akhirnya pun dapat dengan lancar menghadapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

 Share & Komentar

 Artikel lainnya