Rumah sakit tipe C merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjutan pertama yang menyediakan pelayanan medis dasar dan spesialis dasar. Rumah sakit ini memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena menjadi rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik.
Keberadaan rumah sakit tipe C sangat membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan spesialis tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit tipe B atau tipe A.
Rumah sakit tipe C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dasar dan pelayanan medis dasar. Berdasarkan klasifikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rumah sakit tipe C wajib memiliki minimal empat pelayanan spesialis dasar.
Rumah sakit tipe C dapat dikelola oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta dan umumnya berlokasi di tingkat kabupaten atau kota untuk menjangkau masyarakat secara luas.
Rumah sakit tipe C berperan sebagai penghubung antara pelayanan kesehatan primer dan pelayanan rujukan lanjutan. Fungsi utama rumah sakit tipe C meliputi:
Pelayanan di rumah sakit tipe C difokuskan pada kebutuhan medis dasar dan spesialis umum yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
Rumah sakit tipe C wajib menyediakan minimal empat pelayanan spesialis dasar, yaitu:
Selain itu, beberapa rumah sakit tipe C juga menambahkan pelayanan spesialis lain seperti:
Rumah sakit tipe C menyediakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam untuk menangani kondisi darurat medis. IGD ini umumnya dilengkapi dengan dokter umum, perawat, serta fasilitas dasar penanganan kegawatdaruratan.
Rumah sakit tipe C memiliki fasilitas rawat inap dengan kapasitas terbatas serta layanan rawat jalan untuk konsultasi dan tindak lanjut pengobatan. Pelayanan ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan di tingkat kabupaten dan kota.
Untuk menunjang pelayanan medis, rumah sakit tipe C dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti:
Dalam sistem rujukan berjenjang, rumah sakit tipe C berada di atas fasilitas kesehatan tingkat pertama dan di bawah rumah sakit tipe B. Rumah sakit tipe C bertugas menangani kasus yang tidak dapat ditangani oleh puskesmas atau klinik.
Jika ditemukan kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi, rumah sakit tipe C akan merujuk pasien ke rumah sakit tipe B atau tipe A sesuai kebutuhan medis.
Perbedaan rumah sakit tipe C dengan tipe lainnya dapat dilihat dari cakupan layanan:
Rumah sakit tipe C menjadi tulang punggung pelayanan spesialis dasar di daerah.
Contoh rumah sakit tipe C di Indonesia antara lain:
Rumah sakit tipe C memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan spesialis dasar bagi masyarakat. Dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, rumah sakit tipe C mampu menjembatani pelayanan kesehatan primer dan lanjutan.
Keberadaan rumah sakit tipe C membantu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, mengurangi beban rumah sakit rujukan, dan mendukung pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.