Rumah sakit tipe B merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang memiliki pelayanan spesialistik lengkap dan menjadi rujukan dari rumah sakit tipe C dan D. Rumah sakit ini berperan penting dalam sistem pelayanan kesehatan regional karena mampu menangani berbagai kasus medis dengan tingkat kompleksitas menengah hingga tinggi.
Keberadaan rumah sakit tipe B sangat dibutuhkan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, terutama di tingkat provinsi dan kabupaten/kota besar.
Rumah sakit tipe B adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialistik luas, namun belum menyediakan seluruh pelayanan subspesialistik seperti rumah sakit tipe A. Berdasarkan klasifikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rumah sakit tipe B wajib memiliki pelayanan medis dasar dan sebagian besar pelayanan spesialis.
Rumah sakit tipe B dapat dikelola oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun pihak swasta, dan sebagian di antaranya juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan terbatas.
Dalam sistem rujukan berjenjang, rumah sakit tipe B memiliki fungsi utama sebagai rumah sakit rujukan regional. Peran rumah sakit tipe B meliputi:
Rumah sakit tipe B memiliki cakupan pelayanan medis yang cukup luas dan terintegrasi, meskipun tidak selengkap rumah sakit tipe A.
Pelayanan medis di rumah sakit tipe B mencakup berbagai bidang spesialis, antara lain:
Beberapa rumah sakit tipe B juga telah memiliki layanan subspesialis terbatas sesuai kebutuhan wilayahnya.
Rumah sakit tipe B menyediakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam yang didukung oleh dokter umum dan dokter spesialis. Selain itu, tersedia fasilitas perawatan intensif seperti:
Untuk menunjang pelayanan kesehatan, rumah sakit tipe B dilengkapi dengan fasilitas penunjang, antara lain:
Dalam sistem rujukan berjenjang, rumah sakit tipe B berada di posisi menengah antara rumah sakit tipe A dan tipe C. Rumah sakit ini berfungsi menyaring dan menangani sebagian besar kasus rujukan sebelum diteruskan ke rumah sakit tipe A apabila dibutuhkan pelayanan subspesialistik lanjutan.
Dengan peran ini, rumah sakit tipe B membantu mengurangi beban rumah sakit tipe A dan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan nasional.
Perbedaan rumah sakit tipe B dengan tipe lainnya dapat dilihat dari kelengkapan pelayanan dan fasilitas:
Rumah sakit tipe B menjadi penghubung penting dalam sistem pelayanan kesehatan berjenjang.
Beberapa contoh rumah sakit tipe B di Indonesia antara lain:
Rumah sakit tipe B memiliki peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia sebagai rumah sakit rujukan regional dengan pelayanan spesialistik lengkap. Dengan fasilitas memadai dan tenaga medis profesional, rumah sakit tipe B mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
Keberadaan rumah sakit tipe B membantu memperluas akses pelayanan medis lanjutan dan memastikan sistem rujukan nasional berjalan secara efektif dan efisien.