Mie Aceh Seulawah terkenal dengan rasanya yang enak, pedas dan gurih, karena dimasak dengan bumbu yang terdiri dari 22 rempah asli, namun ditambah bahan rempah lainnya disesuaikan dengan lidah orang Jakarta.
Pemiliknya adalah Hj. Ratna Dwikora SH, dengan bumbu-bumbu racikan tangan ibundanya, Hj. Fatimah sebagai ahli masak top dari Aceh Pidie. Keaslian rasa khas Aceh terjaga dengan sebagian bumbu-bumbu masih harus di kirim dari Aceh. Keunikan rasa menjadi daya tarik bagi para pecinta kuliner di Jakarta untuk menikmati masakan khas Aceh disini. Tidak heran hidangannya telah menjadi hidangan kesukaan masyarakat pencinta kuliner di Jakarta termasuk beberapa tokoh masyarakat Aceh, menteri kabinet dan pejabat negara maupun swasta, kalangan artis, mahasiswa dan masyarakat umum yang suka mencoba masakan yang enak.
Pembuatan bumbu Mie Aceh sebagaimana bumbu masakan Aceh pada umumnya tidak menggunakan bumbu buatan kimiawi, penggunaan rempah dan bahan-bahan untuk tumisan memang menjadi kewajiban dalam setiap hidangan bagi masakan khas Aceh, sehingga rasanya sangat lezat juga membuat badan hangat.

Dalam resep mie Aceh sebagaimana resep masakan Aceh pada umumnya memasukkan rempah-rempah seperti adas, bawang merah, bawang putih, pala, cabe merah, jahe, jintan, kapulaga, lada, kayu manis, kemiri, peka dan lain-lainnya. Bahan rempah tersebut digiling menjadi bumbu mie Aceh atau bumbu masakan Aceh.
Saat ini Mie Aceh Seulawah telah membuka beberapa cabang dan sebagian bukan dengan brand rumah makan Aceh tetapi mie Aceh Seulawah, namun selain menyajikan hidangan mie Aceh, martabak Aceh dan roti cane, cabang mie Aceh Seulawah juga menyediakan aneka hidangan masakan khas aceh lainnya seperti ayam tangkap, gule atau sop ikan hiu, bebek gule, kari kambing, kari ayam, ikan kayu (keumamah), paeh engkout bileh atau pepes ikan teri, kuah pli’u yaitu sayur khas Aceh, sambal ganja, nasi briyani atau kebuli dan nasi guri.