Alergi dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi.Terakhir terungkap bahwa alergi ternyata bisa mengganggu fungsi otak, sehingga sangat mengganggu perkembangan anak. Karena alergi dapat mengganggu semua otrgan atau sistem tubuh, termasuk gangguan funsi otak.
Karena gangguan funsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi,emosi, keterlambatan bicara hingga autisme. Berikut gejala-gejala yang harus diwaspadai bila ditemui pada anak anda :
Gejala Alergi Pada Anak Usia Lebih Dari 1 Tahun
- Saluran Pernafasan
Batuk, pilek, bersin, mimisan, hidung buntu,sesak(ashma), sering menggerak-gerakan atau mengusap-usap hidung, hidung gatal, post nasal drip, rabbit nose, nasal creases.
- Tenggorokan
Tenggorokan nyeri atau kering atau gatal, palatum gatal,suara parau atau sesak, batuk pendek ( berdehem)
- Telinga
Telinga terasa penuh / bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan penderngaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.
- Saluran Pencernaan
Nyeri perut, sering buang air besar, sulit buang air besar,kembung, muntah, sering flantus atau kentut, sariawan dan mulut berbau.Tak hanya itu, ada juga gejala Palpitasi, flushing ( muka kemerahan ), nyeri dada, colaps, pingsan, tekanan darah rendah, sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman, bekas hitam seperti di gigit nyamuk, dan berkeringat berlebihan.Selain itu, nyeri, urgent atau sering kencing, nyeri kencing, bed wetting ( ngompol), tidak mampu mengontrol kandung kemih mengeluarkan cairan di vagina, gatal, bengkak atau nyeri pada alat kelamin dan sering timbul infeksi saluran kencing.
- Neuroanatomis
Sering Sakit Kepala, migrain, dan kejang gangguan tidur.
- Neuroanatomis Fisiologis
Gangguan Perilaku seperti emosi berlebihan, agresif, impulsif, overaktif, gangguan belajar, gangguan konsentrasi, gangguan koordinasi, hiperaktif hingga autisme. Juga nyeri tulang, nyeri otot, bengkak di leher, mata berair, mata gatal, sering belekan, bintil pada mata (timbilan) dan allergic shiner (kulit di bawah mata tampak kehitaman)
Gejala Alergi Pada Anak Usia Kurang Dari 1 Tahun
- Sering rewel/kolik malam
- Hiccups ( cegukan )
- Sering " ngeden "
- Sering mulet
- Meteorismus/ kembung
- Muntah
- BAB timbul warna darah
- Sering flatus/kentut
- BAB berwarna hitam/hijau
- Lidah sering berwarna putih
- Hernia umbilikalis, scrotalis atau inguinalis
- Napas berbunyi/ grok-grok
- Bayi lahir dengan sesak
- Kotoran hidung berlebihan
- Sering bersin
- Hidung berbunyi
- Cairan telinga berlebih
- Tangan sering menggaruk/memegang telinga
- Palpitasi/ berdebar-debar
- Flushing ( muka kemerahan )
- Nyeri dada
- Kolaps
- Erythema toksikum
- Pingsan
- Diapers dermatitis
- Dermatitis atopik
- Uricaria insect bite
- Berkeringat berlebihan
- Nyeri Kencing
- Mengompol
- Gemetar
- Sering kaget dengan rangsangan suara/cahaya
- Kejang
- Mata gatal
- Mata berair
- Kotoran mata berlebihan
- Conjungtivis vernalis
- Mengeluarkan cairan vaginaBintil pada mata/ timbilan
- Gatal, bengkak/nyeri pada alat kelamin